Danda

Danda adalah tongkat atau galah yang dipegang oleh kepala negara monarki yang sedang bertakhta sebagai salah satu alat kebesaran kerajaan atau kemaharajaan yang menandakan kedaulatan.
Abad kuno
[sunting | sunting sumber]Mesir dan Mesopotamia kuno
[sunting | sunting sumber]
Tongkat was dan beberapa macam tongkat lain digunakan sebagai tanda kedaulatan di Mesir pada Abad Kuno. Itulah sebabnya tongkat-tongkat tersebut, termasuk yang lebih menyerupai galah, kerap disifatkan sebagai "danda". Salah satu danda kerajaan tertua ditemukan di pusara penguasa dari kulawangsa kedua, Khasekhemui, di Abidos. Raja-raja juga diketahui membawa-bawa sebatang tongkat, dan ukiran sosok Firaun Anejib pada bejana-bejana batu terlihat memegang tongkat mks. Tongkat dengan sejarah terpanjang tampaknya adalah tongkat heqa (sanggamara gembala).
Danda juga memainkan peran penting di dunia Mesopotamia, dan dalam banyak kasus sebagai salah satu alat kebesaran kepala negara atau dewata. Peran ini bertahan sepanjang sejarah Mesopotamia, terbukti dari penggambarannya dalam karya-karya sastra dan dokumen-dokumen tata usaha negara maupun ikonografi. Danda Mesopotamia sering kali disebut ĝidru dalam bahasa Sumer dan ḫaṭṭum dalam bahasa Akad.[1]
Dalam Alkitab, Kitab Kejadian menyebutkan ihwal danda Yehuda.
"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa."
— Kejadian 49:10 TB[2]
Selain itu, Kitab Ester juga menyebutkan ihwal danda Raja Persia zaman Kemaharajaan Persia Pertama.
"Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu."
— Ester 5:2[3]
Dunia Yunani-Romawi
[sunting | sunting sumber]Dalam masyarakat Yunani, danda (bahasa Yunani Kuno: σκῆπτρον, skeptron, artinya "tongkat") adalah sebatang galah, seperti yang dibawa Akhiles (Ilias, parwa 1) atau yang digunakan oleh para pinisepuh (Ilias, parwa 18, larik 46; risalah Herodotos, parwa 1, bab 196), dan kemudian hari digunakan oleh para hakim, senapati, pendeta, dan para pengemban kewenangan lainnya. Dari lukisan-lukisan jambangan dapat diketahui bahwa danda Yunani berwujud sebatang galah berhulu hiasan logam. Jika digenggam oleh Zeus atau Hades, maka hiasan hulu dandanya berbentuk seekor burung. Lantaran merupakan lambang Zeus, raja dewa-dewi dan penguasa Olimpus, memegang danda membuat para keriks (caraka) menjadi pihak yang pantang dicelakai, dan pantangan mencelakai caraka inilah yang merupakan cikal bakal dari kekebalan diplomatik pada zaman modern. Dalam Ilias dikisahkan bahwa Agamemnon menyerahkan dandanya kepada Odiseus, pada saat mengutusnya untuk berembuk dengan para panglima Akhaya.
Dalam masyarakat Etruski, danda-danda dengan tampilan yang sangat memukau digunakan oleh raja-raja dan pendeta-pendeta kepala. Danda-danda semacam itu muncul dalam lukisan dinding pusara-pusara di Etruria. Museum Inggris, Gugus Museum Vatikan, dan Museum Louvre mengoleksi danda-danda Etruski dari emas berukir yang halus buatannya.
Kemungkinan besar bangsa Romawi mengenal danda dari bangsa Etruski. Pada zaman republik, danda gading (sceptrum eburneum) adalah salah satu tanda jabatan konsul. Danda juga digunakan oleh panglima-panglima pemenang perang yang dianugerahi gelar imperator, dan penggunaannya sebagai lambang kewenangan yang dilimpahkan kepada kepada legatus jelas-jelas dihidupkan kembali dalam wujud tongkat komando.
Pada zaman kekaisaran, sceptrum Augusti hanya digunakan oleh kaisar, dan sering kali berupa tongkat gading berhulu rajawali emas. Gambarnya sering kali muncul pada medali-medali yang dicetak menjelang tamatnya riwayat Kekaisaran Romawi, yakni medali-medali yang sisi kepalanya bergambar sosok setengah badan kaisar, satu tangan menggenggam sceptrum Augusti, dan satu tangan lagi menatang kanduka bermercu arca Dewi Viktoria.
Untuk keperluan upacara penobatan Raja Inggris, Charles II, dibuat dua batang danda baru, sebatang berhulu salib dan sebatang lagi berhulu burung merpati. Kedua-duanya masih digunakan saat ini, kendati sudah sedikit berubah dari bentuk aslinya. Dibuat pula dua batang danda untuk permaisuri, sebatang berhulu salib dan sebatang lagi berhulu burung merpati.
Pada bendera Moldova maupun bendera Montenegro terdapat gambar burung rajawali mencengkeram danda.
Baca juga
[sunting | sunting sumber]Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Bramanti, Armando (2017). "The Scepter (ĝidru) in Early Mesopotamian Written Sources". KASKAL. Rivista di storia, ambienti e culture del Vicino Oriente Antico. 2017 (14). ISBN 978-88-94926-03-3.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - ↑ Kejadian 49:10
- ↑ Ester 5:2
Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). . Encyclopædia Britannica. Vol. 24 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 309.